Selesai melaksanakan shalat Dzuhur berjama'ah di Masjid Jami' Al Hidayah, Jl.Tebet Timur Dalam, sambil menunggu hujan reda akupun merebahkan tubuh ini di lembutnya karpet hijau yg masih baru. Aroma kebaruannya masih begitu terasa.Hujanpun perlahan mereda. Akupun melangkahkan kaki nenuju depan masjid dimana sandal tuaku tergeletak sendirian. Ya sendirian karena jama'ah sudah bubar sebelum hujan turun.
Kira-kira 2 meter dari tempat sandal tuaku terdapat tiga orang penjual jeliling. Bakso Malang disebelah kiri, Bakso di tengah dan Bakso Malang lagi di sebelah kanannya.
Ditengah gemerintik hujan, nafsu makanku pun bergejolak. Perlahan aku melangkah mendekati ketiga pedagang keliling tersebut.
Satu demi satu ku amati. Pertama tukang bakso. Baksonya yang besar menggugah seleraku. Tapi ku abaikan untuk kemudian melihat Bakso Malang di sebelah kiri. Perlahan kaki ini melangkah mendekatinya. Tukang Bakso Malang perlahan berkata,"Bakso Malang Pak!"
Walau perlahan ditiup angin, aku masih bisa mendengar jelas suaranya. Tapi kaki ini terus melangkah menuju tukang Bakso Malang yang satunya lagi. Dan aku berkata,"Satu Bang!"
Setelah pesanan siap ditangan, akupun melangkah ke pelatatan masjid, siap untuk nenyantap semangkok Bakso Malang.
Tiba-tiba saja pertanyaan ini muncul,"Mengapa aku memesan ke tukang Bakso Malang yang ini dan bukan yang itu? Padahal kedua jenis makanan yang disajikan PERSIS SAMA !
SUBHABALLAH !! ALLAHU AKBAR !!
Keherananku pun spontan terjawab ketika ada dua orang pembeli menyerahkan mangkok lalu membayar kepada penjual Bakso Malang pertama. Rupanya penjual Bakso Malang kedua belum mendapat pembeli.
Begitulah cara Allah mengantarkan rezeki kepada hamba-hambaNya. Dan tak pernah tertukar rezeki untuk masing-nasing orang. "Lalu nikmat Tuhanmu manakah lagi yang kalian dustakan?"
oleh : Valentino Dinsi

0 comments:
Posting Komentar