Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

Attitude adalah segalanya

Image result for attitude
ilustrasi

Dua belas tahun lalu, seorang wanita pergi kuliah di Prancis. 

Dia perhatikan bahwa sistem transportasi di sana menggunakan sistem otomatis, artinya anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin. 
Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara "self-service" dan jarang sekali diperiksa petugas. Bahkan pemeriksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada.


Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket sangat kecil. Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket. Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya tersebut

Dia berpendapat dalam hati karena dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalo bisa irit ya irit. Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yang akan mempengaruhi karirnya kelak.

4 tahun berlalu, dan dia tamat dari fakultas yang ternama dengan angka yang sangat bagus. Hal ini membuat dirinya penuh percaya diri. Lalu dia mulai mengajukan aplikasi kerja di beberapa perusahan ternama di Paris, dengan pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, semua perusahan ini menyambut dia dengan hangat. Tapi berapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.

Hal ini terus terjadi berulang kali sampai membuat dia merasa tidak terima dan sangat marah. Bahkan dia mulai menganggap perusahan-perusahan ini rasis, karena tidak mau menerima warga negara asing. Akhirnya, karena penasaran dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja untuk bertemu dengan managernya. Dia ingin tahu alasan apa perusahan-perusahaan tersebut menolaknya. Ternyata, penjelasan yg didapat diluar perkiraannya...

Berikut adalah dialog mereka...

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan anda. Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari.

Wanita: Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?

Manager: Jadi begini, setelah kami memeriksa di database, kami menemukan data bahwa nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

Wanita: (Kaget) Ya saya mengakuinya, tapi apakah karena perkara kecil tersebut perusahan menolak saya?

Manager: Perkara kecil ?!? Kami tidak anggap ini perkara kecil, nona. 
Kami perhatikan pertama kali anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama anda masuk di negara ini. Saat itu petugas percaya dengan penjelasan bahwa anda masih belum mengerti sistem transportasi umum disini. Kesalahan tersebut diampuni. Namun anda tertangkap 2x lagi setelah itu.

Wanita: Ohh waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.

Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan anda. Jangan anggap kami bodoh ! Kami yakin anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.

Wanita: Well, tapi itu bukan kesalahan mematikan bukan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya berubah kan masih bisa?

Manager: Saya tidak anggap demikian, nona!. Perbuatan anda membuktikan dua hal:

1. Anda tidak mau mengikuti peraturan yg ada
Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkan untuk diri sendiri.

2. Anda tidak bisa dipercaya

Banyak pekerjaan di perusahan kami bergantung pada kepercayaan. Jika anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah, maka anda akan diberikan kuasa yg besar. Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. Perusahan kami mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai menerima anda, nona. Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak ada perusahan yg mau menggunakan jasa anda.

Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal. Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar.

MORAL OF THE STORY

Sahabat hebatku,
Dalam kehidupan sosial, Moral dan etika seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran. Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tingginya tidak akan bisa menolong etika yang buruk....

Attitude atau suatu sikap mental menjadi dasar utama keberhasilan kita, oleh sebab itu jangan dianggap remeh. Attitude diibaratkan seperti berkendara dengan ban kempes, dimanapun kita berada, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan pekerjaan, attitude seseorang akan dengan mudah dirasakan oleh sesama dan orang2 disekeliling kita akan memberikan reaksi yg sama terhadap attitude kita.

Jagalah selalu attitude kita dimanapun karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan kita di dalam semua bidang sosial maupun pekerjaan

Selamat menjalani hari Senin yang penuh dengan pengharapan positif dan kegembiraan dalam berusaha

Sumber : anonim

Kamis, 11 Desember 2014

Masih Edisi di Angkot

Ibu (Ilustrasi)
Baru berapa saat saya naik, kiri sep... kata ibu tua di depanku sambil berkemas. Mobil pun minggir. Sopirnya masih muda, mungkin belum sampai 25 usianya.

Sopirnya bertanya : Ibu turunnya bisa? pelan-pelan aja bu.... katanya.

Si ibu menjawab, turunnya mah pelan pelan bisa sep, tapi nyeberangnya ibu takut.

Sopir pun turun dari mobil menuju pintu belakang penumpang, sini bu saya tolongin katanya. Sopir itu membimbing ibu tua itu turun, lalu membantu menyeberangkan pelan pelan karena ibu tua itu jalan tertatih tatih.

Setelah kembali ke mobil, saya iseng bertanya... Ibu nya mas?

Bukan... jawabnya..

Oh.. saya kira ibunya, manggilnya sep..saya kira mas nya namanya asep.. kataku ringan. Baik banget mas mau ngurusin sampai nyebrangin segala...

Kalau itu ibu saya bu, gak bakalan saya biarin pergi-pergi sendiri. Kalau jatuh, ketabrak, atau sakit di jalan gimana coba? Saya suka sedih bu lihat ibu-ibu tua, ngapa-ngapain sendirian. Padahal dulu pasti lagi mudanya pergi-pergi anaknya selalu dibawa, dijagain takut anaknya jatuh , diurusin siang malem waktu anaknya sakit. ya gak bu? tanyanya....

Iya jawabku singkat... (Tenggorokan rasa terkunci)

Iya bu..Orang kadang gak ngehargain ibunya... kalau senang lupa, kalau susah pasti nyari ibunya.... padahal bu.. saya ini gak punya ibu, ibu saya meninggal dari saya kecil. Saya diasuh orang lain, barangkali kalau saya punya ibu, nasib saya gak begini... karena pasti ada ibu yang ngedoain supaya jadi anak yang sukses. Orang lain di doain ibunya, belum tentu juga inget dan sadar kalau itu tuh hasil doa sama jeripayah ibunya... yaa gak bu?

Iya.. jawabku lemah...

Kiri depan yaa... saya doain mas selalu dimudahkan rejekinya dan bisa sukses yaa mas. jangan lupa ibunya dikirimin doa. makasih yaa...

Buru buru ambil Hp di tas... Assalamu'alaikum. .. mama..lagi apa? sehat ma? sama siapa di rumah? .....

# maafkan aku mama..


Sumber : Ernydar Irfan

Senin, 08 Desember 2014

Tak Perlu Menunggu Kaya Untuk Bahagia dan Bersedekah

Tak Perlu Menunggu Kaya Uuntuk Sedekah
Bubu... udah 3x angkot lewat.. kenapa gak naik-naik... aku tersenyum...
Angkotnya masih banyak penumpangnya dek... sabar ya...... jawabku...
Emang kenapa bubu? tanyanya lagi
Bubu nunggu yang angkotnya kosong...
Kenapa bubu? kalau kosong kan bahaya... nanti ada orang jahat...
Saya kembali tersenyum dan mengusap kepala si bungsuku... Adek... jalan dari sini ke toko cuma 3 kilo, jalannya lurus doang, ramai dan cenderung padat. In Sya Allah aman 
Tapi kan ini makin siang, bubu gak kesiangan nanti buka tokonya?
Waktu itu milik Allah nak... percayalah semua akan Allah atur selama semua kita niatkan karena Allah.
Tapi kenapa bubu nunggu yang kosong
Karena bubu pengen jadi "tangan" untuk orang orang yang berharap..
Tidak berapa lama, datanglah angkot kosong, kami berdua naik...
Assalamualaikum pak... sepi tarikannya? tanyaku...
Waalaikumsalam bu... iya nih bu...dari tadi muter-muter belum dapet penumpang, buat nambah beli bensin belum ada, apalagi ngejar setoran... dari tadi saya berdoa... mudah-mudahan ada penumpang. Alhamdulillah ibu niih naik ....
Alhamdulillah pak... mudah-mudahan di depan banyak penumpangnya yaa pak... Aamiin...
Di depan perumahan taman puri Alhamdulillah 2 orang naik lagi... aku dan anakku berpandangan dan tersenyum.
Tidak berapa lama kami berdua turun...
Aku bertanya pada anakku...
Adek ngerti maksud tindakan bubu tadi? Si bungsu tersenyum dan mengangguk.
Sambil membuka gembok ruko saya berkata... Adek, kita gak perlu nunggu kaya untuk bisa bahagia dan bersedekah. Ada uang, beri uang, ada waktu, beri waktu, bahkan ketika kita cuma punya doa, maka berikanlah doa.
Melakukan sesuatu hal kecil untuk membuat orang lain bahagia itu pun bisa membuat kita jauh lebih bahagia.Si bungsuku tersenyum...
Yaa Allah semoga anak-anakku adalah anak anak yang mampu menerima hikmah dengan baik dan kelak menjadi pemimpin kaum shalihin...
‪#‎Kebahagiaan‬ dalam kesederhanaan...

Sumber : Ernydar Irfan

Kamis, 04 Desember 2014

Kebenaran Tak Perlu Pembenaran

Ilustrasi
Karena kebenaran tidak perlu pembenaran, pembuktian adalah proses, menjaga lisan dan meluruskan fitnah adalah sama-sama kewajiban, maka berhentilah berdebat kusir dengan bahasa - bahasa yang culas apalagi memenggal ayat tanpa kaidah yang benar.

Berdebat gunakan fakta bukan hanya logika, logika harus diiringi iman dan taqwa karena logika manusia terbatas sedang tuntunan hidup yang Allah SWT berikan itu sudah jelas kebenarannya.

Cerdas itu perlu ..Bijak itu sangat baik, untuk bisa bijak perlu cerdas, bila cerdas harus bijak...

Selamat beraktifitas, semoga aktifitas kita hari ini bisa dipertanggunjawabkan kelak untuk apa waktu yang Allah SWT berikan telah kita gunakan...

Semangat Pagi...

Sumber : Ernydar Irfan