Tampilkan postingan dengan label Community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Community. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2014

Indonesian Young Pearl’s Home

Indonesian Young Pearl’s Home (Rumah Mutiara Muda) merupakan suatu lembaga sosial yang berupa rumah belajar untuk para anak jalanan dan anak-anak yang berkebutuhan khusus seperti anak-anak yang cacat, keterbelakangan mental, dan sebagainya yang memiliki berbagai kelebihan dan potensi serta kreativitas yang selama ini tak bisa teroptimalkan dan tersalurkan dengan baik.

sumber
Dari observasi yang saya lakukan di berbagai daerah di Kota Bandung dan sekitarnya ternyata di sekitar kita masih banyak anak-anak jalanan dan anak-anak berkebutuhan khusus yang sangat memiliki kelebihan dan potensi bahkan melebihi mereka yang normal dan kebanyakan anak-anak lainnya yang hidup. Namun yang membuat saya miris adalah mereka yang benar-benar memiliki kelebihan dan telah disaksikan secara langsung oleh saya sendiri, tidak pernah mendapatkan perhatian yang khusus dari orang-orang sekitarnya, pemerintah, bahkan orang tua mereka sendiri. Peran orangtua yang seharusnya memberikan dukungan, kepedulian, dan perhatian terhadap hasil karya anaknya tidak mereka dapatkan. Salah satu faktornya yaitu sekali lagi karena kemiskinan. Mereka semua hanya melihat anak-anak itu dengan sebelah mata dan inilah yang sepertinya telah menjadi budaya orang Indonesia. Hanya orang-orang normal dan yang memiliki harta lebih saja yang banyak mendapatkan perhatian orang-orang. Saya sangat sedih melihat realita masyarakat Indonesia yang seperti ini. Mereka sama sekali tak melirik anak-anak yang sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Dan ironisnya dengan usia dibawah umur mereka sudah disuruh oleh orangtuanya sendiri untuk bekerja dan hanya berpangku tangan tanpa memperdulikan pendidikan yang mungkin dengan itu bisa memperbaiki kehidupannya.

Selain anak-anak jalanan yang menjadi fokus perhatian saya, saya juga sangat tersentuh terhadap anak-anak yang berkebutuhan khusus seperti mereka yang cacat fisik, keterbelakangan mental, dan sebagainya yang dimana mereka memiliki bakat terpendam yang sangat luar biasa bahkan lebih dari anak-anak normal seusianya. Memang sejatinya, Allah memberikan setiap orang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mereka yang kurang pun masih memiliki kelebihan dan semangat yang kuat. Namun yang kembali membuat hati saya miris adalah pemerintah dan orang-orang yang sama sekali tak memperdulikan mereka bahkan menyepelekan mereka hanya karena mereka tak bisa hidup normal seperti yang lainnya yang memiliki fisik atau mental yang sempurna. Mereka sama sekali tak tersentuh hatinya dengan penderitaan yang anak-anak itu alami. Padahal mungkin merekalah salah satu anak Indonesia yang berharga. Saya sangat iri dengan negara lain dimana pemerintahnya atau masyarakatnya sangat peduli bahkan menghargai karya anak-anak yang cacat fisik maupun keterbelakangan mental. Bahkan potensi yang mereka miliki dihargai dan didukung sehingga mereka bisa mengikuti kejuaran-kejuaraan seperti anak-anak normal lainnya. Sehingga mereka bisa terus mengasah bakatnya yang terpendam dan bisa bersyukur atas karunia yang mereka miliki meskipun dengan tubuh yang tidak sempurna.

Inilah alasan yang melatarbelakangi tulisan saya dan saya berharap ini bukan hanya sekedar tulisan tapi bisa menggugah hati para pembacanya dan mendukung gerakan saya yang berkeinginan membuka rumah belajar Indonesian Young Pearl Home (Rumah mutiara Muda Indonesia). Rumah yang akan merangkul anak-anak yang kurang beruntung seperti anak-anak jalanan dan mereka yang berkebutuhan khusus dan mendukung serta menyalurkan bakat-bakat terpendam yang mereka miliki. Merekalah mutiara-mutiara muda Indonesia yang sebenarnya. Ini jugalah salah satu alasan saya mengapa saya menamakan lembaga sosial saya Indonesian Young Pearl’s Home atau Rumah Mutiara Muda Indonesia. Mereka yang masih menjalani kehidupan di luar sana masih berupa pasir yang nantinya akan berubah menjadi mutiara. Mereka hanya tak tau akan menjadi pasir yang menjadi mutiara yang sangat mahal harganya atau hanya menjadi pasir yang bersebaran di laut lepas tanpa ada tangan-tangan tulus yang meraihnya. Mereka hanya bisa menunggu dan berharap bisa diraih dengan tangan-tangan yang tepat. Ini yang menjadi harapan saya dimana Indonesian Young Pearl’s Home ini adalah wadah atau tempat pasir-pasir itu menjadi mutiara seperti kerang yang menjadi tempat asalnya mutiara. Kenapa mereka saya sebut mutiara? Ya mereka mutiara karena merekalah anak-anak bangsa Indonesia yang sangat berharga karena dalam keterbatasan mereka, mereka dapat menghasilkan karya yang sangat luar biasa pula dan mahal karena orang-orang yang hidupnya enak dan normal belum tentu memiliki bakat seperti mereka.

Yang membedakan rumah belajar Indonesian Young Pearl’s Home dengan rumah belajar yang lainnya yaitu kita tidak hanya merangkul anak-anak jalanan saja yang tak bisa menikmati bangku sekolah, yang tak bisa menyalurkan bakat dan karyanya, tetapi kita juga merangkul anak-anak berkebutuhan khusus cacat fisik dan keterbelakangan mental yang membutuhkan uluran tangan yang tulus. Dimana rumah belajar yang lainnya kebanyakan hanya merangkul anak-anak yang tak bisa sekolah saja dan ternyata melupakan anak-anak berkebutuhan khusus yang juga membutuhkan bantuan. Disini kita merangkul semuanya dalam satu lembaga. Disini kita juga mengajarkan mereka anak-anak jalanan yang normal bisa juga peduli, mengasih, dan menghargai mereka yang tak normal karena sudah menganggap satu keluarga di Indonesia Young Pearl’s Home. Disini kita sendirilah para mahasiswa yang menjadi pengajarnya dan yang membimbing mereka dan kita pulalah yang mengelola rumah belajar ini. Sehingga ada kepedulian antara mahasiswa dengan masyarakat. Karena mahasiswa merupakan pemuda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa yang bermoral dan yang nantinya diharapkan memiliki cinta kasih pada mereka yang membutuhkan misalnya seperti anak-anak itu dan bisa berkontribusi dimanapun para mahasiswa itu berada. Indonesian Young Pearl’s Home juga sebagai wujud kepedulian mahasiswa dengan masyarakat Indonesia..

oleh : Dina Rahmawati (adik sang pemilik blog)