Senin, 08 Desember 2014

Tak Perlu Menunggu Kaya Untuk Bahagia dan Bersedekah

Tak Perlu Menunggu Kaya Uuntuk Sedekah
Bubu... udah 3x angkot lewat.. kenapa gak naik-naik... aku tersenyum...
Angkotnya masih banyak penumpangnya dek... sabar ya...... jawabku...
Emang kenapa bubu? tanyanya lagi
Bubu nunggu yang angkotnya kosong...
Kenapa bubu? kalau kosong kan bahaya... nanti ada orang jahat...
Saya kembali tersenyum dan mengusap kepala si bungsuku... Adek... jalan dari sini ke toko cuma 3 kilo, jalannya lurus doang, ramai dan cenderung padat. In Sya Allah aman 
Tapi kan ini makin siang, bubu gak kesiangan nanti buka tokonya?
Waktu itu milik Allah nak... percayalah semua akan Allah atur selama semua kita niatkan karena Allah.
Tapi kenapa bubu nunggu yang kosong
Karena bubu pengen jadi "tangan" untuk orang orang yang berharap..
Tidak berapa lama, datanglah angkot kosong, kami berdua naik...
Assalamualaikum pak... sepi tarikannya? tanyaku...
Waalaikumsalam bu... iya nih bu...dari tadi muter-muter belum dapet penumpang, buat nambah beli bensin belum ada, apalagi ngejar setoran... dari tadi saya berdoa... mudah-mudahan ada penumpang. Alhamdulillah ibu niih naik ....
Alhamdulillah pak... mudah-mudahan di depan banyak penumpangnya yaa pak... Aamiin...
Di depan perumahan taman puri Alhamdulillah 2 orang naik lagi... aku dan anakku berpandangan dan tersenyum.
Tidak berapa lama kami berdua turun...
Aku bertanya pada anakku...
Adek ngerti maksud tindakan bubu tadi? Si bungsu tersenyum dan mengangguk.
Sambil membuka gembok ruko saya berkata... Adek, kita gak perlu nunggu kaya untuk bisa bahagia dan bersedekah. Ada uang, beri uang, ada waktu, beri waktu, bahkan ketika kita cuma punya doa, maka berikanlah doa.
Melakukan sesuatu hal kecil untuk membuat orang lain bahagia itu pun bisa membuat kita jauh lebih bahagia.Si bungsuku tersenyum...
Yaa Allah semoga anak-anakku adalah anak anak yang mampu menerima hikmah dengan baik dan kelak menjadi pemimpin kaum shalihin...
‪#‎Kebahagiaan‬ dalam kesederhanaan...

Sumber : Ernydar Irfan

Jumat, 05 Desember 2014

Janganlah Melihat Yang Tidak Ada

Ilustrasi
Dongeng motivasi ini menceritakan seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp 10.000. Dia begitu sedihnya dan menangis sejadi-jadinya. Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
“Kenapa kamu menangis?” Tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang. Rp 10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah…paman kasih Rp 10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…
“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambil menyeka air mata anaknya.
“Uang saya hilang Rp 10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp 10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang
heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp 10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp 20.000.” jawabnya sambil terus menangis.
“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp 20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp 20.000. Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp 50.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.
“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.
***
Dongeng motivasi ini nyata? Tidak juga, ini hanya rekayasa. Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.
Banyak orang mengeluh tidak bisa bisnis, sebab dia tidak punya uang untuk modal. Padahal modal hanyalah salah satu yang diperlukan dalam bisnis. Bisa jadi dia sudah punya waktu, punya tenaga, dan punya ilmu untuk bisnis. Namun dia tidak juga bertindak sebab dia hanya fokus melihat kekurangan, bukannya bertindak dengan memanfaatkan apa yang ada.
Mulailah Bertindak Dari Yang Sudah Ada . Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi diatas, artinya Anda perlu berubah sekarang.


Sumber : Komunitas TDA Serang Cilegon

Kamis, 04 Desember 2014

Kebenaran Tak Perlu Pembenaran

Ilustrasi
Karena kebenaran tidak perlu pembenaran, pembuktian adalah proses, menjaga lisan dan meluruskan fitnah adalah sama-sama kewajiban, maka berhentilah berdebat kusir dengan bahasa - bahasa yang culas apalagi memenggal ayat tanpa kaidah yang benar.

Berdebat gunakan fakta bukan hanya logika, logika harus diiringi iman dan taqwa karena logika manusia terbatas sedang tuntunan hidup yang Allah SWT berikan itu sudah jelas kebenarannya.

Cerdas itu perlu ..Bijak itu sangat baik, untuk bisa bijak perlu cerdas, bila cerdas harus bijak...

Selamat beraktifitas, semoga aktifitas kita hari ini bisa dipertanggunjawabkan kelak untuk apa waktu yang Allah SWT berikan telah kita gunakan...

Semangat Pagi...

Sumber : Ernydar Irfan

Sabtu, 29 November 2014

Jangan Terlalu Cepat Menilai Orang

Seorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi....
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya: "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tdk segera dioperasi?" labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS."
Ilustrasi
Kemudian ia menuju ruang operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. "Syukurlah  keadaan anak anda kini stabil." Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata: "perawat akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan." Dokter tersebut pun segera berlalu.
"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" sang ayah berkata pada perawat RS.
Sambil menunduk dan meneteskan airmata perawat menjawab : "Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung." ....
Sambil menanggung malu Ayah tersebut terdiam ...
JANGAN PΕRNΑН TERBURU-BURU MENILAI SESEORANG..
Tp maklumilah bahwa tiap jiwa di sekeliling kita juga mungkin sekali menyimpan cerita kehidupan yang tak terbayangkan di benak kita...
Mungkin ada  air mata di balik setiap senyuman..
Αda  kasih sayang di balik setiap amarah..
Αda  pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian..
Αda  harapan di balik setiap kesakitan..
Αda  kekecewaan di balik setiap derai tawa..
Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah  diberikan dalam hidup ini.
INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah...
Tersenyumlah ..
Senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..
Dan Jadilah Pemaaf..


Sumber : H. Sumedi Abdul Latif, Lc.

Jumat, 28 November 2014

Sedekah Menolak Bala

Image result for sedekah
ilustrasi sedekah 
Sahabat Dompet Dhuafa yang budiman, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah."

Banyak sekali hadis yang menyatakan betapa pentingnya seorang mukmin untuk melakukan sedekah. Lantas, apa saja keistimewaan bersedekah?

Pertama, sedekah melepaskan pelakunya dari bencana. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."

Kedua, sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasulullah Saw. menjelaskan, “Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."

Ketiga, sedekah sebagai benteng untuk diri kita. Rasulullah Saw. bersabda, "Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."

Keempat, sedekah memadamkan kemurkaan Allah. Rasulullah Saw. bersabda, “Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah.”

Kelima, sedekah menambah keakraban sesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, "Sedekah adalah hadiah. Maka berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."

Keenam, sedekah menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa mendapatkan kesedihan di dalam hati, maka berikanlah sedekah."

Ketujuh, sedekah dapat menambah umur. Rasulullah Saw.bersabda, “Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."

Kedelapan, sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang akan menaungi seorang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."

Kesembilan, orang yang bersedekah menuai pahala yang teramat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan, “Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."

Kesepuluh, sedekah sebagai wasilah (perantaraan) untuk menambah rezeki. Rasulullah Saw. bersabda, "Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah dan akan bertambah.“. Ali bin Abi Thalib Kw pun berkata. "Pancinglah rezeki dengan bersedekah."

Demikianlah sedekah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Yuk, kita raih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat dengan bersedekah.